CAUTION

Blog Project deadline is 15 February 2010 at 00.00<> (WIB Times). Jangan lupa setiap anggota kelompok diwajibkan untuk memasukkan paling sedikit 5 (lima) postingan mengenai IT Category dengan ketentuan seperti yang sudah dijelaskan pada saat praktikum Komputer yang lalu.

Blog ini Wajib memiliki fasilitas-fasilitas:

  1. Cita Hati Logo
  2. Search Blog
  3. Blog Category (Blog Labels or Label Cloud or Blogumus)
  4. About this Blog (Nama anggota2 kelompok + foto)
  5. ShoutBox
  6. Blogroll (isikan alamat blog/url kelompok2 yang lain)
  7. Latest Post
  8. Latest Comments
  9. Polling (sesuaikan dengan tema field trip)
  10. Blog/Web Counter (Ex : Histat)

Bonus Point :

Jika ada pertanyaan silakan contact saya di : mmeinardi@yahoo.com atau di twitter

 

With God's Love

Enter The Blog

It's Finished !!

After all of the hardwork, we finished our blog :) YAAAYYY !! \(o ̄∇ ̄o)/

It's still 11:32 PM, so we're not late yet LOL !! 28 minutes till deadline guys >:D

Ciayooo to the one who still haven't finished their blogs !! :)

Anyway, it's still 14 of Febuary

So....

HAPPY VALENTINE'S DAY


Photobucket

and

HAPPY CHINESE NEW YEAR
( Ang Pao nya boleh dikasi besok, kita terima dengan SENANG hati LOL !! )
Photobucket


Good Fortune And Prosperity! AMEN !!

Well this is it guys, Thankies for reading our bloggg (゚ー゚)
Best Regards, Wilson, Claudia, Stephen.K, Julinda, Dewi, and Cien
We LOVE you all !! :D


Read more...
Share/Save/Bookmark

The Legend Violinist, W.R Soepratman (゚ペ)

Makam WR. Soepratman
Dan…… Inilah tempat terakhir yang kita tuju!! Makam WR. Soepratman. Di sini kita belajar mengenai sejarah salah satu pahlawan kita yaitu WR. Soepratman.

Photobucket

Wage Rudolf Soepratman (1903-1938) adalah salah satu dari pahlawan Indonesia. Dia lahir pada hari Senin Wage. Tanggal 9 Maret 1903 di Jatinegara, Jakarta. Dia beragama Islam dan tidak berpartai. Pada tahun 1914 W. R. Soepratman diasuh oleh kakak iparnya W. M. van Eldik (Sastromihardjo) di Makasar. Ia belajar memetik guitar dan menggesek biola. Dan pada tahun 1919 ia masuk sekolah guru di Makasar dan diangkat menjadi guru. Mendirikan jazz band Black and White di Makassar dalam binaan W. M. van Eldik hingga 1924. setelah itu ia pindah ke Surabaya. Kemudian ke Bandung dan menjadi wartawan surat kabar Kaoem Moeda. Pada tahun 1926 ia menjadi seorang wartawan surat kabar Sin Po, yang rajin mengunjungi rapat – rapat pergerakan nasional di gedung pertemuan Cang Kenari Jakarta dan mulai mencipta lagu Indonesia Raya dan selesai pada tahun 1928. Semula Refrein lagu ditulisnya “Indones' Indones' Merdeka Merdeka” dan sejak itu ia dikejar oleh polisi Hindia Belanda. Pada tanggal 27-28 Oktober 1928 Kongres Pemuda-Pemudi Indonesia ke 11 di Jakarta dengan hasil kebulatan tekad Sumpah Pemuda yaitu Satu Tanah Air Indonesia – Satu Bangsa Indonesia – Satu Bahsa Indonesia, serta diputuskan mengakui lagu Indonesia Raya sebagai Lagu Kebangsaan.
Dalam Kongres itu dinyanyikan lagu Indonesia Raya dengan iringan gesekan biola W. R. Soepratman, namun tetap dilarang untuk dinyanyikan dengan menggunakan kalimat pertama Refrein lagu yang semula, sampai tentara Jepang mengizinkan th. 1944 boleh dinyanyikan lagi dengan menggunakan kata “Merdeka Mredeka”. Pada tahun 1930-1937 ia berpindah-pindah tempat, hingga di tahun 1937 ia dibawa oleh saudaranya ke Surabaya dalam keadaan sakit. Dan pada tanggal 7 Agustus 1938 (Minggu Wage) ketika sedang memimpin pandu-pandu KBI menyiarkan lagu “Matahari Terbit” di NIROM jl. Embong Malang, Surabaya, ia ditangkap dan ditahan di penjara Kalisosok. Hingga pada tanggal 17 Agustus 1938 (Rabu Wage) W. R. Soepratman meninggal dunia di jl. Mangga 21 Surabaya tanpa istri dan anak, karena memang belum menikah dan dimakamkan di kuburan umum Kapas jl. Kenjeran Surabaya secara agama Islam.

Pesan Terakhir yang disampaikan W. R. Soepratman adalah “Nasibkoe soedah begini. Inilah jang disoekai oleh pemerintah Hindia Belanda. Biarlah saja meninggal, saja ichlas. Saja toch soedah beramal, berdjoang dengan carakoe, dengan biolakoe. Saja jakin Indonesia pasti Merdeka”.

Photobucket

W. R. Soepratman menciptakan lagu-lagu dan Buku sastera. Contoh lagu-lagu ciptaan yaitu Kebangsaan Indonesia Raya (1928), Indonesia Ibokoe (1928), Bendera Kita Merah Poetih (1928), Bangoenlah Hai Kawan (1929), Raden Ajeng Kartini (1929), Mars KBI (Kepandoean Bangsa Indonesia) (1930), Di Timoer Matahari (1931), Mars PARINDRA (1937), Mars Soerya Wirawan (1937), Matahari Terbit (Agustus 1938), dan yang terakhir Selamat Tinggal (tetapi belum sempat terselesaikan) (1938). Contoh buku – buku karangannya yaitu Perawan Desa (1929), Darah Moeda, dan Kaoem Panatik.

Tahun 1930 Buku Perawan Desa disita Polisi Hindia Belanda dan dilarang beredar.
Pada tanggal 26 Juni 1958 Peraturan Pemerintah No. 44/1958 menetapkan lagu Indonesia Raya sebagai Lagu Kebangsaan republik Indonesia. Dan Pada tanggal 10 Nopember 1971 W. R. Soepratman mendapatkan Penghargaan pahlawan Nasional Serta Penghargaan Bintang Mahaputera Utama pada tanggal 19 Juni 1974. Syair Lagu Indonesia Raya yang dinyantikan dalan Kongres Pemuda-Pemuda Indonesia ke – II di Jakarta tanggal 27 -28 Oktober 1928, setelah pemerintah Hindia Belanda melarang dinyanyikan menggunakan kata – kata “Merdeka, Merdeka”.
Inilah teks lagu Indonesia raya yang asli, terdapat 3 bentuk :

I
Indonesia tanah airkoe,
Tanah toempah darahkoe;
Disanalah akoe berdiri,
Mendjaga pandoe ibokoe.
Indonesia, kebangsaankoe,
Kebangsaan tanah airkoe,
Marilah kita berseroe:
“Indonesia bersatoe”,
Hiduplah tanahkoe
Hiduplah negrikoe,
Bangsakoe, djiwakoe, semoea;
Bangoenlah rajatnja,
Bangoenlah badannja,
Oentoek Indonesia Raja.

Refrein:
Indones', Indones', Moelia, Moelia,
Tanahkoe, neg'rikoe jang koetjinta;
Indones', Indones', Moelia, Moelia,
Hidoeplah Indonesia Raja.

II

Indonesia, tanah jang moelia,
Tanah kita jang kaja;
Disanalah akoe hidoep,
Oentoek s'lama – lamaja.
Indonesia, tanah poesaka,
Poesaka kita semoeanja;
Marilah kita berseroe:
“Indonesia bersatoe”.
Soeboelah tanahnja,
Soeboerlah djiwanja,
Bangsanja, rajatnya, semoea;
Sedarlah hatinja,
Sedarlah boedinja;
Oentoek Indonesia Raya.

Refrein:
Indones', Indones', Moelia, Moelia,
Tanahkoe, neg'rikoe jang koetjinta;
Indones', Indones', Moelia, Moelia,
Hidoeplah Indonesia Raja.


III
Indonesia, tanah jang soetji,
Bagi kita disini;
Disanalah kita berdiri,
Mendjaga iboe sedjati.
Indonesia, tanah berseri,
Tanah jang terkoetjintai;
marilah kita bernjanji:
“Indonesia bersatoe”.
S'lamatlah poet'ranja,
Poelaunja, laoetnja, semoea;
Madjoelah neg'rinja;
Madjoelah Pandoenja;
Oentoek Indonesia Raja.

Refrein:
Indones', Indones', Moelia, Moelia,
Tanahkoe, neg'rikoe jang koetjinta;
Indones', Indones', Moelia, Moelia,
Hidoeplah Indonesia Raja.

WR. Supratman juga mendapat beberapa penghargaan setelah beliau meninggal. Seperti :
• Pemindahan dan perbaikan makam W. R.Soepratman. Pada tanggal 25 Oktober 1953 bertepatan degan 25 tahun lagu Indonesia Raya diadakan upacara peletakan batu pertama di lokasi kuburan baru.

• Uang Rp. 50.000 RI bergambar W. R. Soepratman.

• Pada tanggal 20 Mei 1971 W. R. Soepratman di anugerahi gelar “Pahlawan Nasional”.


• Pada tanggal 19 Juni 1974 Presiden RI menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra Utama kepada almarhum Wage Rudolf Soepratman.

• Pada tahun 1985 Yayasan Pembangunan Indonesia mendirikan Universitas yang bernama Universitas Wage Rudolf Soepratman (UNIPRA)

• Pemugaran Makam W. R. Soperatman.

• Pada tahun 1975 Di Medan, Sumatra Utara di dirikan Perguruan W. R. Soepratman di Jalan Asia 143 terdiri dari Tk, SD, SLTP, SMU.

Sekian dari POST kami !! CIAO !!

Photobucket



Read more...
Share/Save/Bookmark

Sweating in Kya - Kya ( `_っ´)

Kya - Kya
Tempat ketiga yang kita tuju adalah Kya-Kya. Di sana kita mendapat tugas untuk menghitung beberapa bangunan yang terdapat di Kya-Kya seperti toko, bank, tempat ibadah, pasar, dll. Pertama kali kami mencoba untuk menghitungnya di dalam mobil, tetapi karena pada saat itu jalannya macet sekali, kami memutuskan untuk turun dan membagi kami dalam 2 kelompok. Wilson, Caca, dan Cien menghitung bangunan pada sisi kiri dan Dewi, Julinda, dan SK menghitung bangunan di sebelah kanan. Hasil yang kami dapatkan adalah sebagai berikut…

Photobucket
Kita lagi itung-itung toko di Kya-Kya, wah keren-keren kok ngitungin toko 8-)

Photobucket

Salah satu foto Dewi yang menjijikan LOL !!



Diagram Batang dari toko - toko di Kya Kya ( PKL -> Pedagang Kaki Lima bukan Perempuan Kadal Liar !!)

Photobucket

Diagram Lingkaran dari toko - toko di Kya Kya

Photobucket

Sekian dari POST kami !! CIAO !!



Read more...
Share/Save/Bookmark

The best kampung eva' ( ^∀^)

Kampung Gundih 
Kampung Gundih adalah tempat tujuan kelompok kami yang pertama. Pertama kali, kami sangat bingung untuk mencari kampung Gundih ini karena jalan-jalan yang harus dilewati begitu sempit dan membingungkan. Untuk mencapai tujuan, kami sekelompok membutuhkan 45 menit dari sekolah. Sesampainya di tempat, kami sekelompok ( dan juga Ms. Endah ) semuanya terkaget- kaget, karena baru pertama kali mereka melihat kampung yang pintu masuknya sudah mirip dengan hutan :D Di dalam kampung, tanaman - tanaman hijau menghiasi setiap sudut kampung tersebut. Di sana, kami mendengar beberapa cerita tentang bagaimana Kampung Gundih dapat menjadi sebuah kampung yang sangat bersih dan juga kami melakukan sesi tanya jawab dengan para penduduk setempat. Berikut hasil dari wawancara kita : ( enjoy !! ) 

Photobucket

A. Civic
Seperti yang kita semua ketahui, kampug Gundih merupakan salah satu kampung bersih yang sudah berkali-kali memperoleh penghargaan. Kebersihan, kerapian dan kehijauan kampung ini murni merupakan inisiatif para warga. Selain masalah kebersihan, kerapian dan kehijauan kampung ini, mereka juga melakukan penyaringan air got dan juga proses daur ulang sampah. Tanpa bantuan dari pemerintah, mereka berhasil mengubah kampung mereka menjadi salah satu kampung unggulan. Padahal, beberapa tahun sebelumnya, mereka merupakan kampung terkotor di daerah permukiman mereka. Kemandirian mereka dalam hal ini tentu patut kita contoh dan acungi jempol.
Dari penjelasan di atas, tentu kita dapat menyimpulkan bahwa masyarakat di kampung tersebut merupakan salah satu masyarakat mandiri. Ketika suatu masyarakat disebut sebagai masyarakat mandiri, mereka pastilah akan melakukan budaya politik yang pastisipatif / aktif. Begitu pula dengan masyarakat kampung gundih. Mereka dapat dikatakan sebagai masyarak berbudaya politik aktif dikarenakan mereka sadar dan mau turut serta dalam membangun kampung mereka. Hal ini jelas menunjukan bahwa mereka sadar akan peranan mereka sebagai warga kampung Gundih dan juga sebagai warga negara Indonesia.
Warga kampung Gundih juga termasuk masyarakat madani. Karena mereka telah menyadari akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta telah melaksanakan kegiatannya ( kampung bersih) tanpa ada halangan dari pemerintah. Mereka juga dengan tulus, bebas dan tanpa paksaan mengajukan diri untuk mengikuti program kampung bersih. Hal ini membuktikan bahwa ciri-ciri masyarakat madani telah terpenuhi oleh warga.


Photobucket

B. Chemistry
Untuk menunjang program kampung bersih mereka, sampah-pun mereka manfaatkan. Mereka melakukan daur ulang dari sedotan, bungkus bekas sabun cuci piring, hingga bungkus makanan sisa. Untuk sedotan, daur ulang dilakukan dengan cara memotong sedotan pendek-pendek, lalu disulam sedemikian rupa hingga membetuk tikar. Kadangkala juga digunakan sebagai hiasan untuk tas yang mereka buat serta dibentuk seperti bunga dan dijadikan hiasan. Sedangkan untuk bungkus bekas sabun cuci piring dan bungkus makanan sisa, biasanya dijahit membentuk tikar serta tas dan juga tas untuk laptop.
Tidak hanya dapat memanfaatkan sampah secara maksimal, barang-barang daur ulang yang dihasilkan oleh kampung ini ternyata sudah diakui secara internasional. Barang-barang daur ulang mereka kini telah mendapat pelanggan tetap dari negeri Sakura, Jepang.
Dengan mendaur ulang sampah seperti yang dilakukan oleh warga kampung Gundih, kita dapat memperoleh banyak manfaat. Contohnya adalah membuka lapangan pekerjaan baru dan menyelamatkan lingkungan dan bumi kita. Dengan mengurangi sampah-sampah plastik, yang memakan waktu ribuan hingga jutaan tahun agar dapat terurai dalam tanah, kita dapat menyelamatkan bumi kita dari ancaman global warming (pemanasan global), selain itu, lingkungan sekitar kita juga akan menjadi lebih bersih dan rapi sehingga sedap dipandang dan segar. Kebersihan lingkungan membuat kita terjauh dari penyakit (cth: D.B dan malaria).
Istilah “Waste is Gold” mungkin merupakan slogan yang cocok untuk kampung yang satu ini. Mereka tidak hanya menghijaukan dan membersihkan lingkungan, namun mereka juga mendapat pekerjaan karenanya. Seringkali kita berpikir bahwa istilah “Waste is Gold” merupakan istilah yang konyol. Namun warga di kampung Gundih telah membuktikan pada kita bahwa hal tersebut adalah salah besar. Mereka telah membuktikan, dengan sampah yang tidak berharga, dapat muncul suatu produk dengan taraf International.


Photobucket

C. Biology
Selain menanam tanaman hias, masyarakat kampung Gundih juga menanam beberapa jenis tanaman Toga, yaitu belimbing wuluh, laos, jahe, kunyit, temulawak, serta kunir putih. Namun mereka cenderung menanam tanaman jahe karena lebih bermanfaat dan lebih mudah budidayanya. Cara budidaya yang digunakan-pun cukup sederhana. Mula-mula, tanam jahe pada tanah yang sudah diberi kapur. Campuran kapur pada tanah disinyalir dapat mencegah telur cacing untuk berkembang. Setelah beberapa hari, kuncup/tunas jahe sudah mulai bermunculan. Nah, pada kondisi seperti ini, jahe harus dipindahkan secara hati-hati kedalam pot. Setelah tumbuh di dalam pot, kita akan mendapatkan jahe dengan kualitas bagus karena dalam masa tumbuhnya ia tidak dimakan oleh cacing.
Ketika sampah menjadi emas di kampung ini, apalagi dengan tanaman Toga yang memang berkhasiat tinggi untuk kesehatan. Pengolahan tanaman Toga ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Sebut saja jahe. Di kampung ini, jahe diolah sehingga menjadi bubuk jahe instan. Dan karena pengolahannya secara tradisional, maka sari-sarinya pun masih murni tidak tercampur dengan bahan kimia.
Cara yang mereka gunakan:
1. Jahe diambil lalu dicuci terlebih dahulu
2. Kemudian dipotong tipis-tipis/diparut/diblender
3. Rebus jahe untuk diambil sarinya
4. Setelah mendidih, pisahkan ampas dengan air jahenya (saring)
5. Campurkan gula kedalam air jahe. Jumlah gula = jumlah jahe (misal: 1 kg jahe dicampur dengan 1 kg gula)
6. Panaskan hingga mengkristal lalu keringkan.
7. Langkah terakhir, haluskan gumpalan krtistal
8. Jahe instan siap dikemas untuk dijual ataupun untuk konsumsi sendiri.


Photobucket

D. Geography
Selain sampah dan tanaman Toga, kampung Gundih juga mengolah air kotor hingga menjadi air siap pakai. Proses pengolahannya sendiri terbagi menjadi dua. Proses tahap pertama bertujuan untuk menyarinh sampah padat, sedangkan proses tahap kedua bertujuan untuk menjernihkan air.
• Proses tahap pertama dilakukan dengan mengalirkan air got memasuki tandon khusus yang telah disediakan warga untuk proses penyaringan. Tandon tersebut dibagi menjadi dua, bagian pertama berfungsi untuk menyaring sampah terapung (cth: sampah plastik), sehingga memiliki saluran pengeluaran dari bagian bawah. Air yang telah memasuki bagian pertama dari tandon mengalir melalui saluran pengeluaran menuju bagian kedua tandon yang berfungsi untuk menyaring air dari sampah yang mengendap (cth: lumpur), sehingga memiliki saluran pengeluaran dari atas.
• Proses tahap kedua dilakukan dengan semacam alat saring air khusus yang berisi batu siloid dan batu kayu. Pada tahap kedua-pun, alat yang digunakan terbagi menjadi dua. Air yang telah menyelesaikan proses tahap pertama masuk kedalam alat saring yang berisi batu siloid. Batu siloid digunakan karena dapat menjernihkan air. Dari proses batu siloid, air akan mengalir masuk kedalam alat saring berisi batu kayu. Batu kayu ini berfungsi juga berfungsi untuk menjernihkan air, tapi hal utama yang dimanfaatkan dari batu kayu ini adalah fungsinya sebagai penghilang bau tak sedap air. Berhubung air tersebut berasal dari air got/pembuangan, maka batu kayu ini sangatlah bermanfaat.

Namun, meskipun air yang keluar setelah penyaringan sudah jernih, tetap saja penggunaan air tersebut sangatlah terbatas. Warga kampung biasanya hanya menggunakannya untuk menyirami tanaman dan hanya dengan melakukannya, mereka dapat menghemat hingga Rp.1.200.000,-. Mereka juga menyadari bahwa dengan melakukan hal tersebut, mereka juga dapat membantu pemerintah dalam penghematan air bersih dan juga membantu dunia untuk mencegah air laut naik ke daratan (global warming). Secara keseluruhan, hambatan dan kekurangan yang didapat relative kecil. Hal itu meliputi: biaya pembangunan tandon khusus dan juga alat penyaring, waktu dan tenaga extra yang harus dilakukan warga guna mengontrol kualitas air (membersihkan tendon dan mengganti batu), dan juga keterbatasan air yang dapat dihasilkan serta kurang terjaminnya kualitas air (sehinga tidak dapat digunakan untuk mencuci, dll).

Solusi yang ada dari pemerintah sendiri, soal permasalahan air bersih, masih minim. Pemerintah hanya menyediakan air bersih dari PDAM tanpa ada solusi lain. Itupun tidak menjangkau seluruh daerah Indonesia. Di beberapa daerah, air bersih sangat sulit didapat. Sedangkan di kota-kota besar, air bersih cenderung disia-siakan. Padahal, pasokan air bersih dunia semakin lama semakin menipis dikarenakan polusi yang berlebihan. Sedangkan solusi dari warga kampung tersebut adalah menciptakan alat penyaring air seperti yang telah kita bahas. Adapun solusi dari kelompok kami adalah pemerintah harus menyadarkan warga/masyarakat bahwa air bersih itu sangat dibutuhkan dan tidak bnoleh disia-siakan. Pemerintah jug aharus menyosialisasikan program penyaringan air seperti yang telah dilakukan oleh warga kampung Gundih. Pemerintah juga harus mengontrol limbah buangan, sehingga kualitas air di Indonesia lebih terjaga (tidak banyak sampah di kali, dsb). Mulai sekarang kami juga akan berusaha menghemat air bersih yang kami gunakan. Contohnya adalah bila dulu seringkali kami begitu saja membuang botol air kemasan, padahal masih terdapat air minum di dalamnya, maka sekarang kami tidak akan melakukannya lagi melainkan sebalikya, kami akan menghabiskannya terlebih dahulu. Kami juga akan membuang sampah sesuai golongan (botol air pada tong sampah khusu botol, dsb).

Kesimpulan yang kami dapat setelah mengunjungi kampung Gundih adalah bahwa bila kita memiliki tekad, kita dapat melakukan apapun. Kampung Gundih merupakan salah satu contoh nyata yang kita dapati. Pada tahun 2007 kebawah, kampung ini merupakan kampung terjorok yang ada di daerah sekitar. Sekarang, kampung ini menjadi salah satu kampung unggulan yang telah memenangkan banyak penghargaan “Green and Clean”, dsb. Kita juga belajar bahwa ternyata sampah itu berharga. Dari seonggok sampah, kita dapat membuat sesuatu yang dihargai secara International. Gotong royong dan kerja sama serta pengertian satu sama lain juga berperan penting dalam menyukseskan segala hal. Bila kita tidak mau bekerja sama, maka tujuan apapun yang kita mau tidak akan pernah tercapai.


Photobucket

Sekian dari Post kami !! CIAO !!

Photobucket




Read more...
Share/Save/Bookmark

First TV Channel in Indonesia, TVRI ∧_∧

TVRI
Setelah dari Kampung Gundih, kelompok kami mendapat tugas untuk melakukan reportase dan wawancara ke gedung TVRI. Karena kami cukup terlambat berangkat ke sana, Pak Imam ( pak supir Julinda ) membawa kami ke sana dengan sangat cepat.

Photobucket



Gedung TVRI Surabaya, dibangun pada tahun 1978, 16 tahun setelah TVRI pertama diluncurkan. TVRI yang pertama berada di ibukota kita, kota Jakarta yang dibangun pada tahun 1962. TVRI merupakan channel swasta pertama Indonesia pada tahun 1981.
Sesampainya di sana, kita harus menunggu kelompok 2 yang sedang melakukan wawancara dan reportase di dalam. Sambil menunggu, kami mewawancarai salah satu kru proses produksi TV di sana, yang bernama Pak Winarto. Pak Winarto ini sudah bekerja di TVRI selama 25 tahun. Beliau menjelaskan beberapa hal berikut: ( kami merangkum dalam beberapa point point :D )

Proses produksi TV

• Berita = Program (art, hiburan, pendidikan)
• Sistem produksi → pengiriman kaset/satelit.
• Program: (standar menggunakan 15 orang)
▪ Pengambilan suara menggunakan Itc lalu nanti di edit di mixer sound
▪ Pengambilan gambar menggunakan camera.
▪ Bila tempat tidak terlalu besar atau standart, bisa menggunakan hanya 3 camera saja. Kecuali jika tempat besar, dapat menggunakan lebih dari 3 camera agar semuanya dapat terekspos. Lalu nanti di gabung dan di edit dengan menggunakan mixer video/mixer output. Setelah digabung keduanya, baru dikirim ke master. Kalau mau dipancar, masuk ke pemancar, atau kalau mau di record di VTR (Video Tape Recorder)
▪ Ada modulator untuk mencampur dan menemukan frekuensi saluran, setelah di campur frekuensi tersebut di campur dan dibawa dengan frekuensi pembawa, setelah itu dicampur lagi, karena belum 100%, setelah itu di filter dan di campur agar lebih sempurnalagi setelah itu di apply di menara.
• Kalau pemancar harus ada penyangga/menara.
• Kalau satelit bisa langsung, tapi yang punya sekarang hanya telkom, karena harganya sangat mahal.
• Frekuensi harus berbeda-beda, karena kalau sama/beda hanyai 1 masih bisa bertabrakan, dan suara tidak jelas.
• Di TVRI Surabaya, memiliki 3 studio, studio 1, studio 2 (paling besar), studio 3. dinding - dinding di studio – studio tersbut, menggunakan dundung akostik sehingga suara yang dihasilkan tidak menggema.
• Ada 1 mobil keliling yang lengkap dengan alat – alat. Persis seperti studio yang ada di TVRI → Out Broad Casting Van (OBVan). Video bisa di record atau dipancarkan langsung, yang nanti dapat di terima oleh anten – anten rumah – rumah.
• Satelit → karena jaraknya jauh sinyal lemah, tetapi frekuensi tinggi sehinggga rendah gangguan. (menggunakan GH/Giga Hertz)
• Parabola → berbentuk lingkaran, yang ditengah atasnya terdapat lingkaran kecil (LNA → Low Noise Amplifier) yang kegunaannya untuk menerima gelombang yang dipancarkan, sehingga kita bisa melihat program – program yang ada di televisi. Sedangkan leingkaran yang besar, hanya berguna untuk memantulkan gelombang – gelombang agar dapat tepat ke lingkaran kecil tersebut.
• Memilih gambar yang baik → gambar yang dapat berbicara (gambar yang meskipun tidak ada suaranya, tetapi orang – orang bisa mengerti) apalagi bila di beri suara, bisa lebih bagus lagi.
• Hambatan atau kesulitan yang paling sulit dikerjakan → karena orang yang bekerja terlalu banyak, sehingga kekompakan/kerjasama sulit untuk dicapai.

Photobucket

Setelah melakukan beberapa tanya jawab dengan Pak Winarto, kami memasuki ruang kerja TVRI. Di sana, terdapat begitu banyak ruangan, seperti ruang rias untuk para MC dan pembawa berita, ruang latihan, ruang editing, dan juga banyak lagi. Di tempat ini, kami akan mewawancarai Ibu Joyce. Ibu Joyce menjelaskan garis besar tentang Reportase, dan juga pengambilan berita di tempat kejadian ( pelaporan berita ). Berikut hasilnya ( Kami merangkumnya dalam point – point ) Semoga bermanfaat :D

• Reportase → report (laporan), melaporkan sesuatu seperti news (berita/peristiwa yang terjadi di sekeliling kita). Yang melaporkan adalah reporter.
Proses pencarian berita:
◦ Hari ini isu apa yang sedang terjadi → lalu di cari. Seperti bencana banjir, dll. Lalu kita ke lokasi tempat tersebut, untuk mencari berita yang akan disiarkan di berita. Ditugaskan reporter (yang menyampaikan), para koresponden dan kontributor (untuk mencari berita).
◦ Kedua ada seseorang yang mengirim berita, dan ingin untuk beritanya dapat disiarakan (gratis tanpa biaya tapi harus dieseleksi terlebih dahulu). Ada yang mengundang untuk meliput berita mereka seperti rapat gubernur/walikota, Farewell Party) tetapi mereka harus membayar untuk produksi di TVRI, tetapi jika kejadian kasus tidak perlua bayar. Untuk durasi 1 menit setengah kira – kira Rp. 250.000 + honor kru dan transportasi. Untuk durasi 5 menit, biaya kira – kira Rp. 1.000.000 + honor kru dan transportasi.

Photobucket

Proses pelaporan berita:
◦ On the spot langsung di lapangan → pakai mobil Van. Reporter stand up (menyiarkan berita secara langsung) seperti gempa di Padang.
◦ Ada yang di rekam/taping (disiarkan pukul 17.00-18.00)
◦ Jika salah dalam membawa berita “maaf, maksud saya....”
• Tingkatan Reporter:
◦ hanya menulis
◦ hanya membaca
◦ ada yang mencari, ada yang bisa langsung menyampaikan. (dilihat suara dan penampilannya)

- Dahulu, reporter dicari dengan mengutamakan microphone voice (atau suaranya yang keras) tetapi sekarang lebih dilihat pada performance (atau penampilannya)

- Jika suatu saat ketinggalan berita, bisa pinjam ke swasta, tetapi dengan mencantumkan nama sumbernya.

Sekian dari post kami !! CIAO !!


Read more...
Share/Save/Bookmark

OMG! There are threats too?? ( ;゚Д゚)

Malware, especially from compromised web sites, was a huge issue in 2008. Many legitimate sites such as MSNBC.com, History.com, ZDNet.com and many others suffered compromises, in some cases for days. Unlike the past, the sites looked normal, but unsuspecting web surfers with vulnerable systems were exploited when they visited these sites.
Search engines were used, such as Google, to compromise systems. This happened in several ways, including:

Tricking the search engine indexing and results logic to escalate malicious web sites to the top of the list where users were more likely click on it. Using the "paid for" or "sponsored links" areas of search engines to direct users to compromised sites.

As predicted, hackers towards compromising end points (individual systems such as desktops, laptops and servers) and placed less emphasis on external direct attacks - although this still happens frequently.

On the flip side, we expected botnets to play a larger role in 2008. While botnets increased in size, scope, and sophistication, they weren't used to the scale expected. Basically, botnet controllers were sowing more and reaping less in 2008.

Also, out of the blue, we had the whole DNS exploit issue come back from the dead. We saw a lot of these in the 90's when DNS was first used and then we went nearly a decade without many DNS flaws. I don't think anyone expected a core DNS vulnerability on a worldwide scale. The good news is that very few known cases of serious exploits occurred.

Vista had fewer serious security vulnerabilities than expected. This may be because so few people are migrating to Vista and many even downgraded to XP. I imagine that if more people were using Vista, 1) we would find more vulnerabilities and 2) more attackers would spend time trying to exploit it. Attackers are all about bang for the buck. If most people are still using XP, they will focus on XP. It is just that simple.




Read more...
Share/Save/Bookmark

Help yourself this ! p(o_ o )p

Keep secure with…

Some apparently useful programs also contain features with hidden malicious intent. Such programs are known as Malware, Viruses, Trojans, Worms, Spyware and Bots.

§ Malware is the most general name for any malicious software designed for example to infiltrate, spy on or damage a computer or other programmable device or system of sufficient complexity, such as a home or office computer system, network, mobile phone, PDA, automated device or robot.

§ Viruses are programs which are able to replicate their structure or effect by integrating themselves or references to themselves, etc into existing files or structures on a penetrated computer. They usually also have a malicious or humorous payload designed to threaten or modify the actions or data of the host device or system without consent. For example by deleting, corrupting or otherwise hiding information from its owner.

§ Trojans (Trojan Horses) are programs which may pretend to do one thing, but in reality steal information, alter it or cause other problems on a such as a computer or programmable device / system.

§ Spyware includes programs that surreptitiously monitor keystrokes, or other activity on a computer system and report that information to others without consent.

§ Worms are programs which are able to replicate themselves over a (possibly extensive) computer network, and also perform malicious acts that may ultimately affect a whole society / economy.

§ Bots are programs that take over and use the resources of a computer system over a network without consent, and communicate those results to others who may control the Bots.

The above concepts overlap and they can obviously be combined. The terminology is evolving.

Antivirus programs and Internet security programs are useful in protecting a computer or programmable device / system from malware.

Such programs are used to detect and usually eliminate viruses. Anti-virus software

can be purchased or downloaded via the internet. Care should be taken in selecting anti-virus software, as some programs are not as effective as others in finding and eliminating viruses or malware. Also, when downloading anti-virus software from the Internet, one should be cautious as some websites say they are providing protection from viruses with their software, but are really trying to install malware on your computer by disguising it as something else.


Read more...
Share/Save/Bookmark

Unsecured Wireless ?? ( `ハ´)

If your wireless network is unsecured then you are highly susceptible to:

- Fraudulent charges on your credit card

- Loans, apartment rentals, and other white collar crimes in your name

- Wireless network viruses that destroy your computer and attack your cell phone

Fraudulent charges on your credit card
Loans, apartment rentals, and other white collar crimes in your name
Wireless network viruses that destroy your computer and attack your cell phone

Not to mention, with an average cost of $1000 per victim and 30 hours spent to resolve the situation, you might as well go work pro bono at a really lousy job for half a month.

Hackers can easily decrypt wireless signals that contain much of the network's information, such as the network's SSID (Service Set Identifier).

However, there are some simple steps you can take to help reduce the chances of being the next victim of identity theft.

1. Change the administrator's password regularly: If a hacker gets a hold of the administrator's password, he, too, can change those settings. So, make it harder for a hacker to get that information. Change the administrator's password regularly.

2. Limited signal coverage: Limit the strength of your wireless network so it cannot be detected outside the bounds of your home or office.

3. Turn off SSID broadcasting: When SSID broadcasting is enabled on a wireless network, this network can be identified by all wireless clients within range. Conversely when SSID broadcasting is disabled, the wireless network is not visible (to casual users) unless this code is entered in advance into the client's network setting.

4. Don’t rely on WEP Encryption: Wired Equivalent Privacy (WEP) is often looked upon as a cure-all for wireless security concerns. This is overstating WEP's ability. Again, this can only provide enough security to make a hacker's job more difficult.

5. MAC Addresses: Enable MAC Address filtering. MAC Address filtering will allow you to provide access to only those wireless nodes with certain MAC Addresses. This makes it harder for a hacker to access your network with a random MAC Address.

Additionally, there are several ways that WEP can be maximized:

1. Use the highest level of encryption possible

2. Use "Shared Key" authentication

3. Change your WEP key regularly

WPA
Wi-Fi Protected Access (WPA) is the newest and best available standard in Wi-Fi security. Two modes are available: Pre-Shared Key and RADIUS. Pre-Shared Key gives you a choice of two encryption methods: TKIP (Temporal Key Integrity Protocol), which utilizes a stronger encryption method and incorporates Message Integrity Code (MIC) to provide protection against hackers, and AES (Advanced Encryption System), which utilizes a symmetric 128-Bit block data encryption. RADIUS (Remote Authentication Dial-In User Service) utilizes a
RADIUS server for authentication and the use of dynamic TKIP, AES, or WEP.

WPA Pre-Shared Key
If you do not have a RADIUS server, Select the type of algorithm, TKIP or AES, enter a password in the Pre-Shared key field of 8-64 characters, and enter a Group Key Renewal period time between 0 and 99,999 seconds, which instructs the Router or other device how often it should change the encryption keys.

WPA RADIUS
WPA used in coordination with a RADIUS server. (This should only be used when a RADIUS server is connected to the Router or other device.) First, select the type of WPA algorithm, TKIP or AES. Enter the RADIUS server's IP Address and port number, along with a key shared between the device and the server. Last, enter a Group Key Renewal period, which instructs the device how often it should change the encryption keys.

RADIUS
WEP used in coordination with a RADIUS server. (This should only be used when a RADIUS server is connected to the Router or other device.) First, enter the RADIUS server's IP Address and port number, along with a key shared between the device and the server. Then, select a WEP key and a level of WEP encryption, and either generate a WEP key through the Passphrase or enter the WEP key manually.

Implementing encryption may have a negative impact on your network's performance, but if you are transmitting sensitive data over your network, encryption should be used.

These security recommendations should help keep your mind at ease while you are enjoying the flexibility and convenience of wireless technology.


Read more...
Share/Save/Bookmark

Invisible Crime, Cybercrime II ! ಠ_ಠ

The U.S. has uncovered evidence that cyberspies, most likely from China and Russia, have penetrated the U.S. power grid and left behind software that could be activated to disrupt American infrastructure, FOX News confirmed Wednesday.

The "intrusions," first reported by The Wall Street Journal, have occurred over a period of time, one U.S. official said -- not all at once.

The breaches are "something we're concerned about," a U.S. official told FOX News.

The concern is that any software could be activated at a later date to disrupt critical systems.

The intrusions were not just limited to the electrical power grid, but affected systems like water and sewage.

White House spokesman Nick Shapiro said in a written statement that President Obama takes the issue of cyber security "very seriously," but that the administration is not aware of any "disruptions" to the power grid.

"Cyber attacks are made all the time, however, industry continuously looks for and mitigates against such attacks and we are not aware of any disruptions to the power grid caused by deliberate cyber activity here in the United States," he said.

Homeland Security Secretary Janet Napolitano said the same, but would not comment on the apparent "intrusions" committed by cyberspies. She said the government has known about the vulnerability of the system for years.

"Nonetheless, we remain in constant protection, prevention, education, resiliency mode and we work with the utility sector in particular on that," she said.

The motivation for the breaches is not well understood, and while the electronic trail appears to lead to China and Russia, it is not clear whether these actions were state-sponsored.

The Washington embassies of China and Russia deny involvement.

According to The Wall Street Journal, the espionage appeared pervasive across the country and did not target any particular region or company.

The intrusions were in many cases detected by U.S. intelligence agencies, not the companies, officials told the Journal.

"If we go to war with them, they will try to turn them on," one official told the Journal.


Read more...
Share/Save/Bookmark

Invisible Crime, the Cybercrime I ! ಠ_ಠ

Cybercrime is a threat to U.S. national economic and security interests. Various studies and expert opinion estimate the direct economic impact from cybercrime to be in the billions of dollars annually. The annual loss due to computer crime was estimated to be $67.2 billion for U.S. organizations, according to a 2005 Federal Bureau of Investigation (FBI) survey. The estimated losses associated with particular crimes include $49.3 billion in 2006 for identity theft and $1 billion annually due tophishing. These projected losses are based on direct and indirect costs that may include actual money stolen, estimated cost of intellectual property stolen, and recovery cost of repairing or replacing damaged networks and equipment. In addition, there is concern about threats that nation-states and terrorists pose to our national security through attacks on our computer-reliant critical infrastructures and theft of our sensitive information. For example, according to the U.S.-China Economic and Security Review Commission report, Chinese military strategists write openly about exploiting the vulnerabilities created by the U.S. military's reliance on advanced technologies and the extensive infrastructure used to conduct operations. Also, according to FBI testimony, terrorist organizations have used cybercrime to raise money to fund their activities. Despite the reported loss of money and information and known threats from adversaries, there remains a lack of understanding about the precise magnitude of cybercrime and its impact because cybercrime is not always detected or reported.


"Numerous public and private entities (federal agencies, state and local law enforcement, industry, and academia) have individual and collaborative responsibilititelephonetelephonees to protect against, detect, investigate, and prosecute cybercrime. The Departments of Justice (DOJ), Homeland Security (DHS), and Defense (DOD), and the Federal Trade Commission (FTC) have prominent roles in addressing cybercrime within the federal government. DOJ's FBI and DHS's U.S. Secret Service (Secret Service) are key federal organizations with responsibility for investigating cybercrime. State and local law enforcement organizations also have key responsibilities in addressing cybercrime. Private entities-Internet service providers, security vendors, software developers, and computer forensics vendors-focus on developing and implementing technology systems to protect against computer intrusions, Internet fraud, and spam and, if a crime does occur, detecting it and gathering evidence for an investigation. In addition, numerous partnerships have been established between public sector entities, between public and private sector entities, and internationally to address various aspects of cybercrime. For example, the Cyber Initiative and Resource Fusion Unit is a partnership established among federal law enforcement, academia, and industry to analyze cybercrime and determine its origin and how to fight it.

"Federal and state governments and other nations have enacted laws that apply to cybercrime and the legal recourse or remedies available. In addition, there are international agreements to improve the laws across nations and international cooperation on addressing cybercrime. Some federal statutes address specific types of cybercrime, while other federal statutes address both traditional crime and cybercrime."

Derived From: CRS Report (Mar 2009) "In January 2008, the Bush Administration initiated the Comprehensive National Cybersecurity Initiative (the CNCI) to make the United States more secure against cyber threats. The Homeland Security Presidential Directive 23 and National Security Presidential Directive 54 establishing the CNCI are classified. Some details of the Initiative have been made public in Departmental press releases, speeches by executive branch leaders, and analysis and insight offered by individuals that follow cyber security and terrorism related issues. The CNCI “establishes the policy, strategy, and guidelines to secure federal systems.”2 The CNCI also delineates “an approach that anticipates future cyber threats and technologies, and requires the federal government to integrate many of its technical and organizational capabilities to better address sophisticated threats and vulnerabilities.”3 Subsequent to the issuance of the classified directives, congressional committees have held hearings regarding the CNCI and heard testimony from a commission established to address necessary cybersecurity reforms.

"Few details have been publicly released regarding the implementation activities or status of CNCI efforts since the establishment of the initiative. According to one media account, Steven Chabinsky, Deputy Director of the Joint Interagency Cyber Task Force for the Office of the DNI, stated at an information technology security conference that there are 12 objectives supporting the Initiative’s goal of comprehensively addressing the nation’s cyber security concerns. They are:

1. Move towards managing a single federal enterprise network;

2. Deploy intrinsic detection systems;

3. Develop and deploy intrusion prevention tools;

4. Review and potentially redirect research and funding;

5. Connect current government cyber operations centers;

6. Develop a government-wide cyber intelligence plan;

7. Increase the security of classified networks;

8. Expand cyber education;

9. Define enduring leap-ahead technologies;

10. Define enduring deterrent technologies and programs;

11. Develop multi-pronged approaches to supply chain risk management; and

12. Define the role of cyber security in private sector domains.


Read more...
Share/Save/Bookmark

Print it SDRAWKCAB (backwards)!! ^ㅂ^

If you often print a word document with a considerable amount more, you must have trouble having to reverse the order of the pages. Actually, you can print documents in reverse order (from large to small numbers) so you do not have to bother to reverse the order. The trick is by clicking the Microsoft Office logo in the upper left corner and then point the pointer to the [Print]. Then click [Options]. Select the [Advance], then check Print pages in reverse order. Ok then.


Read more...
Share/Save/Bookmark

Save your time by taking a shortcut ! ( *o*)/

Computer file
• Ctrl + N - Create a new worksheet.
• Ctrl + O - Open the worksheet that was created earlier.
• Ctrl + P - Print your results worksheet that was created.
• Ctrl + S - Save the worksheet that was made to the file.

At the time of making the page
• Ctrl + Z - Doing typing again.
• Ctrl + A - Select all the text.
• Ctrl + G - Go to.
• Del - Delete the wrong paper.
• Ctrl + F - Find.
• Ctrl + C - Copying text.
• Ctrl + X - Cutting writing.
• Ctrl + H - Mereplace writing.
• Ctrl + B - Making bold.
• Ctrl + I - Creating italics.
• Ctrl + J - Make a left-right average.
• Ctrl + L - Create a text to the left.


Read more...
Share/Save/Bookmark
Newer Entries » « Older Entries